ALKISAH NAGA MENJEMPUT PUTRI MELAWAN PETAPA YANG BIJAK DAN SAKTI

Kali ini, saya akan mengulas dongeng/cerita/kisah – dari negeri seberang. Cerita tentang Asal muasal mengapa kota yang terletak dibagian teluk pantai selatan itu dinamakan Kota naga. Inilah kotaku – TAPAKTUAN…yuk ikuti ceritanya ^_^

Alkisah seekor Naga mengamuk dan meluluhlantakkan bukit berbatu pantai tenang dan elok, di Aceh Selatan. Sang Naga dan betinanya tak dapat menerima kenyataan, ketika seorang putri manusia, akan direbut kembali oleh orang tua kandung putri itu.

Putri itu bernama Putri Bungsu. Dia ditemukan oleh sang naga saat terapung di sungai. Dari hari ke hari, putri itu diasuh oleh naga, hingga dewasa dan cantik jelita.

Hingga suatu ketika, orang tua putri—dari kerajaan Asralanoka (sebuah kerajaan di pesisir India Selatan)—menemukan anak mereka yang hanyut 17 tahun yang lalu. Orang tua Putri Bungsu pun menyampaikan maksud haati mereka kepada naga. Akan tetapi, permintaan mereka tak dikabulkan oleh naga.

Kedua orang tua Putri Bungsu merasa tak berdaya melawan hewan yang yang dilukiskan melata. Konon lagi, naga dimaksud mempunyai kesaktian besar. Mereka kemudian meminta bantuan kepada Tgk Syech Tuan Tapa. Akan tetapi, proses negosiasi antara Tuan Tapa dengan naga gagal. Akhirnya, terjadilah pertempuran hebat untuk memperebutkan Putri Bungsu. Akibatnya, bukit berbatu di daerah itu terpecah belah. Naga Jantan tewas kena pukulan tongkat Tuan Tapa. Sementara naga Betina melarikan diri ke Cina—daerah asalnya.

Salah satu sisa pertempuran itu bisa disaksikan dari jejak telapak kaki itu lebarnya 2 meter dan panjangnya 5 meter. Hingga kini, tempat tersebut ”disakralkan”. Pengunjung di daerah itu tidak boleh menjerit, bersuara lantang, dan mengucapkan kata-kata kotor. Pasalnya—warga setempat meyakini–ombak besar akan datang. Tempat tersebut dinamakan Tapak. Daerah ini merupakan salah satu cerita yang mendasari nama Tapaktuan.

Menurut cerita, setelah berhasil mendapatkan sang Putri, Tuan Tapa meninggal dan dikiburkan di Desa Padang. Lokasi kuburannya di belakang MIN Tapaktuan. Panjang kuburan dimaksud sekitar 20 meter. Di sekeliling kuburan terdapat kulit kerang.   MAkam SYEch

Banyak peziarah bernazar di kuburan itu. Biasanya, sepulang berziarah, pengunjung mengambil air hujan yang ditampung pada kulit kerang. Selain itu, peziarah mengambil air hujan yang ditampung pada kulit kerang. Batu dimaksud dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Apabila si sakit sudah sembuh, mereka harus mengembalikan lagi batu itu ke makam Tgk Syech Tuan Tapa, Wallahua’lam bisawaf.

naga dari gunung

Di kota Tapaktuan, terdapat juga patung naga raksasa. Lokasinya di samping kiri depan Meuligoe Bupati Aceh Selatan. Patung naga itu seolah-olah keluar dari gua di sebuah bukit. Di ujung kisah yang sering dijadikan cerita pengantar tidur bagi anak-anak setempat, dikenallah kota itu sebagai Kota Tapaktuan, ibu kota Aceh Selatan.

Terlepas dari benar atau tidaknya legenda tersebut, warga Tapaktuan kerap menjadikan kisah itu sebagai daya tarik, agar masyarakat luar mau menoleh ke kota yang dipagari bukit dan lautan itu. Jika ke Tapaktuan, jangan lupa, mampirlah ke dermaga saat maghrib. Sekedar untuk memandang ke hamparan pegunungan yang memagari Tapaktuan.

kota naga

Anatomi gunung yang dimaksud menyerupai lekukan tubuh wanita yang sedang tidur. Gunung itu diyakini sebagai wujud Putri Bungsu yang diperebutkan oleh sang naga. Namanya gunung Putri..

TAPAK TUAN INDAH SEKALI JIKA RINDU DATANGLAH LAGI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s